obatmu ada pada dirimu tapi tidak kamu sadari. penyakitmu datang dari dirimu tapi tidak kamu waspadai. kamu menganggap dirimu sesuatu yang kecil, padahal dalam dirimu terkumpul seluruh jagad raya (Ali bin Abi Thalib)

Selasa, 24 Mei 2011

cerita si cabe

Aku suka cabe.

Merah, hijau, rawit, keriting, semuanya. Makan nggak bakal enak kalo nggak ada cabenya. Dimakan langsung, diiris, dibikin sambel. Apapun bentuknya aku suka. Semakin banyak jumlahnya semakin aku lahap makan. -nggak ada cabe nggak semangat makan-

Tapi kamu tau, habis makan cabe perutku sakit, nggak kuat. Semakin banyak makan semakin aku seneng, tapi habis itu pasti semakin sakit aja perutku. Apa aku kapok? Nggak. Mungkin ada saat dimana aku sangat kesakitan sampai berpikir nggak bakal makan cabe lagi. Tapi begitu sakitnya sedikit reda dan kemudian liat cabe, aku pasti luluh. Sakitnya nggak aku rasain, makan pedes lagi, untuk kemudian sakit lagi. Bukannya aku nggak tau ini bakal bikin sakit, tapi gimana dong udah terlanjur cinta, apapun konsekuensinya pasti ditempuh :p boleh dibilang, cabe itu sangat adiktif, buatku. Aku padamu pol mentok deh. Tapi nggak tau, sampai kapan tahan sakitnya.

Ini bukan cuma tentang cabe yang itu. Ini juga tentang cabe yang punya punggung yang terlihat menenangkan. Ya, yang itu.

Tulisan nggak penting abis. Yogyakarta, 22 Mei 2011
#tibatiba nongol di otak waktu motongin cabe sekilo buat masak konsumsi fieldtrip paleontologi~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar